Ronaldo Masih Akan Perkuat Timnas Setelah Juarai Piala Dunia

Bintang Real Madrid dan tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo yang saat ini sudah 33 tahun menegaskan masih akan memperkuat timnas walaupun sukses memenangkan Piala Dunia bersama Portugal. Gelar Piala Dunia masih belum berada dalam genggaman Ronaldo sepanjang karier sepak bolanya.

Dua tahun lalu, Ronaldo berhasil mengantarkan Seleccao Das Quinas memenangkan Piala Eropa setelah menang tipis 1 – 0 atas kesebelasan Prancis di pertandingan final. Tahun ini Ronaldo akan kembali mencoba peruntungannya bersama Portugal pada partisipasi keempatnya di Piala Dunia.

Walaupun usianya sudah lebih dari 30 tahun, mantan pemain Sporting Lisbon dan Manchester United ini masih berhasrat untuk bisa terus bermain bersama tim nasional Portugal setelah Piala Dunia.

“Banyak orang memprediksi jika saya akan mengakiri karier di timnas setelah juara Piala Dunia. Saya menjamin hal itu tidak akan terjadi. Saya orang yang sangat ambisius dan masih banyak yang bisa saya raih di karier saya,” jelas Cristiano Ronaldo.

Terkait dengan peluang Seleccao Das Quinas di Piala Dunia kali ini, Ronaldo tidak ingin menyombongkan diri karena Piala Dunia memiliki kesulitan paling tinggi dibandingkan kompetisi-kompetisi lain yang pernah dia lakoni.

“Jika Anda bisa menjuarai Piala Dunia, itu akan menjadi sesuatu yang sangat membanggakan di sepak bola karena Anda mewakili negara anda. Piala Dunia adalah kompetisi paling untuk dimenangkan,” jelas Cristiano Ronaldo.

“Untuk bisa menang, Anda harus melakukan segalanya. Juara Piala Dunia adalah ambisi terbesar saya. Jika saya bisa memenangkan itu, maka saya bisa mewujudkan seluruh ambisi saya,” lanjut striker Real Madrid ini.

Jika dilihat dari penampilan di tiga kompetisi ini, Ronaldo masih belum bisa berbuat banyak Piala Dunia. Pemain yang akrab dengan nomor punggung 7 ini hanya bisa mencetak tiga gol dari 13 pertandingan di Piala Dunia. Dalam edisi kali ini, Portugal tergabung dalam Grup B bersama Spanyol, Maroko, dan Iran.

Mourinho : Ronaldo Bisa Bawa Portugal Juarai Piala Dunia 2018

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, optimis jika tim nasional Portugal bisa melangkah jauh di ajang Piala Dunia 2018 karena mereka punya sosok pemain andalan seperti Cristiano Ronaldo.

Menurut manajer berjuluk The Special One ini, kemampuan Ronaldo di atas lapangan selalu memberi nilai lebih terhadap tim yang dia perkuat, termasuk tim nasional Portugal.

“Saya yakin dengan peluang Portugal karena mereka punya Cristiano Ronaldo. Cristiano adalah pesepak bola yang sangat bagus. Sebab, mereka dapat membuat timnya menjadi lebih baik di atas kertas,” jelas Jose Mourinho terkait peluang kesuksesan Portugal di Piala Dunia 2018.

Terkait peluang negaranya di ajang Piala Dunia 2018, Mourinho menyebut Portugal mempunyai kesempatan menjadi juara. Portugal sudah membuktikan diri bisa unjuk gigi di turnamen besar dengan menjuarai Piala Eropa 2016.

“Apakah kami bisa menjuarai Piala dunia? Saya tidak berani menjaminnya, namun pada era ini, tim manapun bisa mereka kalahkan. Mereka punya tim yang lebih tanggung ketimbang di Piala Eropa,” lanjut Jose Mourinho.

“Portugal adalah tipe negara di mana selalu melahirkan talenta baru dalam dunia sepak bola. Di Piala Dunia kali, kami memiliki komposisi pemain yang lebih baik daripada dua tahun lalu,” jelas mantan pelatih Inter Milan dan Real Madrid ini.

Dalam gelaran Piala Dunia kali ini, Portugal akan langsung berduel melawan salah satu tim unggulan, Spanyol dalam pertandingan pembuka Grup B, Sabtu (16 Juni 2018). Setelah itu, secara berurutan Portugal berhadapan dengan Maroko dan Iran.

Seorang Pakar Seks Sarankan Pemain Portugal Lakukan Masturbasi Secara Rutin Di Piala Dunia 2018

Seorang pakar seks asal Portugal, Vera Ribeiro, beberapa waktu lalu memberikan saran yang terdengar cukup aneh untuk para penggawa tim nasional Portugal untuk menjaga fokus mereka sepanjang kompetisi Piala Dunia 2018.

Psikolog spesialis seks yang notabene istri penjaga gawang timnas Portugal, Rui Patricio, sempat melontarkan saran kepada manajer tim, Fernando Santos, untuk mengizinkan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan melakukan masturbasi secara rutin.

Dari hasil risetnya, Ribeiro menemukan fakta bahwa tak setiap saat para pesepakbola bisa menyalurkan kebutuhan bilogisnya tersebut karena padatnya jadwal mereka. Apalagi mereka bahkan jarang sekali ditemani istri maupun pasangan untuk bisa melampiaskan hasrat seksual.

Padahal, Ribero mengatakan kebutuhan seks merupakan salah satu terapi yang baik untuk para. Untuk itu, ia menilai sumber penyaluran seks yang paling tepat ketika tidak bisa melakukan hubungan intim adalah masturbasi.

Masturbasi yang dilakukan secara rutin itu dia sebut bisa meredakan kecemasan dan stres jauh lebih baik dalam turnamen dengan jadwal yang sangat padat macam Piala Dunia 2018. Melarang para pemain melakukan aktivitas seks sekaligus larangan masturbasi, ditegaskan Ribeiro, justru membuat para pemain stres.

Namun Ribeiro mengatakan jika performa para pesepakbola di lapangan tidak selalu bisa dihubung-hubungkan dengan kebutuhan seks. Meski demikian, hajat biologis tersebut dinilainya bisa mengurangi ketegangan para pemain sebelum bertanding.

Ribeiro mengatakan dia tidak asal membuat teori tersebut, teori itu dilakukan berdasarkan penelitian yang sudah ia lakukan. Ia bahkan menuangkan gagasan tersebut dalam buku berjudul ‘Manual of Seduction’ berdasarkan penelitian terhadap kehidupan percintaan para pesepakbola.

Grup B Piala Dunia 2018 Bisa Dikuasai Portugal dan Spanyol

Bisa dibilang hasil pengundian grup Piala Dunia 2018 cukup merata, tidak ada yang sepenuhnya mudah ataupun berat. Hal itu juga berlaku untuk Grup B Piala Dunia 2018 yang diisi oleh tim nasional Portugal, Spanyol, Maroko, dan Iran. Namun, melihat komposisi dan performa, Portugal dan Spanyol masih menjadi unggulan.

Ada dua kesebelasan yang berhak lolos dari fase penyisihan grup di Piala Dunia 2018. Aturan yang tentunya melegakan bagi Portugal dan Spanyol karena kekuatan mereka jauh lebih oke ketimbang Maroko dan Iran. Jika hanya ada satu tim yang lolos dari penyisihan grup, tentunya sungguh sayang menyaksikan salah satu dari Portugal atau Spanyol hanya bisa sampai di fase grup.

Melihat kekuatan masing-masing tim, narasi Grup B Piala Dunia 2018 adalah tentang persaingan dua negara yang saling berduel untuk memuncaki grup. Status sebagai juara grup, setidaknya, akan menghindarkan mereka dari juara grup dari grup lain. Hitung-hitungan yang sudah harus dipikirkan sebelum kompetisi dimulai.

PORTUGAL

Status juara bertahan Piala Eropa memberi arti yang besar bagi kesebelasan Portugal. Bukan hanya soal “status” juara itu sendiri, namun juga proses Portugal menjadi juara di Prancis 2016 itu sendiri. Portugal punya pengalaman menghadapi kompetisi jangka pendek.

Mereka tidak selalu tampil oke, bahkan gagal sekalipun menang di babak putaran grup. Pada titik tertentu, Portugal seperti Real Madrid di Liga Champions musim lalu. Keduanya punya satu atribut penting, yaitu sulit dikalahkan. Satu modal penting ketika tim tidak bisa bermain baik.

SPANYOL

Setelah tersingkir sejak fase grup di Piala Dunia 2014, Spanyol tengah berada pada masa revolusi skuat. Beberapa pemain muda dan mereka yang mulai matang mulai unjuk gigi. Mulai dari Alvaro Odriozola, Saul Niguez, Koke, Marco Asensio, serta Isco. Spanyol belum menemukan pijakan yang tepat ketika menghadapi tim besar.

Laju La Furia Roja masih akan mengandalkan sejumlah sosok andalan macam Andres Iniesta, Sergio Ramos, dan dibantu David Silva yang musim ini berevolusi di bawah asuhan Josep Guardiola bersama Manchester City. Ketika skuat asuhan Julen Lopetegui ini menemukan ritme mereka, tim-tim lawan akan kesulitan mengambil kembali inisiatif pertandingan.